• Penduduk: 46,02 Jt, Tahun 2014
  • LPP: 1,52%, Tahun 2014
  • LPE: 5,67 % Tahun 2016
  • Inflasi : 3,49% (yoy) Februari 2017
  • Pengangguran: 8,89 % Agustus 2016
  • Kemiskinan : 4,17jt/8,77% Sep 2016
  • IPM: 69,50 Tahun 2015

    Bagaimana pendapat anda mengenai Web Pusdalisbang

    Bagus
    Cukup
    Kurang

    Masukan kode .... Reload Kode

    LIHAT GRAFIK

Hit counter
Menengok Peran Pemuda Dalam Pembangunan Jawa Barat
15 Desember 2016

INILAH, Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Balai Pengelolaan Cagar Budaya Nilai Budaya dan Sejarah (BPCBNBS) Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) menggelar seminar sejarah Kota/kabupaten. Seminar yang digelar di Monumen Perjuangan Jawa Barat tersebut mengangkat tema 'menilik peranan pemuda dalam pembangunan masyarakat'.

Acara seminar yang digelar pada 6,7,8 Desember lalu dihadiri komunitas kepemudaan seperti KNPI jabar, Forum komunikasi siswa , pemuda dakwah, Damas Bandung, pemuda anti korupsi, Historia van bandung, LVRI , dinas sejarah TNI dan lainya. Seminar diwarnai dengan tiga pembicara yakni Dr.Tiar Anwar Bahtiar/ dosen sejarah, Rochimat, aktivis pemuda dakwah, Wawan Ridwan (LVRI Mada Jabar)

Dalam kesempatan tersebut Tiar Bahtiar memaparkan bagaimana perang Diponegoro yang dipelopori oleh pemuda. Hal itu dinilainya merupakan inspirasi gerakan rakyat karebna ada pemuda yang membuat perubahan. Tiar memotivasi para pemuda untuk tidak anti pada politik.

"Pemuda harus pintar dan cerdas dan berahlak baik demi terciptanya kebangkitan bangsa Indonesia," jelas Tiar dalam seminar tersebut.

Narasumber yang mewakili pemuda adalah Rochimat. Dia memaparkan masih saja ada stigma buruk tentang komunitas pemuda, sehingga dibutuhkan peranan orang tua untuk berkomunikasi dan mendukung anak-anak nya dalam Hal pendidikan formal maupun non formal. Sehingga pemuda tumbuh dengan keseimbangan baik lahir maupun batin.

"Para orang tua jangan hanya mengharapkan anak-anaknya menjadi baik, tetapi pada dasarnya mereka haruslah mampu memberikan ketauladanan yang baik, sehingga para pemuda akan mampu meneladani dan mengikuti yang baik," ucapnya.

Narasumber dari LVRI Wawan Ridwan mewakili generasi pemuda saat dalam situasi sebelum kemerdekaan menceritakan pengalaman pemuda saat berjuang meraih kemerdekaan. Dia mengatakan bahwa anak muda generasi saat ini belum utuh mendapatkan informasi sejarah berdirinya NKRI. Lebih lanjut dia mengatakan bahwa perlu nya pembelajaran hitam putih sejarah yang terjadi di negara Indonesia.


"Agar generasi yang diwarisi kemerdekaan ini faham betul dengan apa yang harus mereka lakukan dan juga untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dengan tetap menjaga persatuan bangsa dan ideologi negara," jelasnya.

Beberapa gagasan tersebut sangat sejalan dengan tujuan diselenggarakannya kegiatan seminar dan pameran yg digelar BPCBNBS kali ini, yaitu menghadirkan wahana internalisasi nilai nilai kesejarahan dalam menumbuhkembangkan semangat berkarya di kalangan pemuda.

Selain itu seminar dan pameran sejarah itu menampilkan tema berbeda yakni 'Sejarah dan Nilai Budaya Daerah sebagai Modal Penting dalam
Pembangunan Sumber Daya Manusia'

Seminar tersebut menghadirkan pembicara Elina Wijayanti, Mamat Casmita (budayawan), serta Adew (Pegiat Seni dan Budaya). Kegiatan yang diselenggarakan Balai Pengelolaan Cagar Budaya Nilai Budaya dan Sejarah Disparbud jabar tersebut bertujuan untuk menelusuri sejarah daerah provinsi Jawa Barat serta nilai nilai luhur budaya daerah.

Pengetahuan dan pemahaman terhadap sejarah dan nilai budaya oleh masyarakat diharapkan mampu menjadi input positif dalam pembangunan karakter. Disamping itu, pengetahuan terhadap perjalanan sejarah daerah dapat menghadirkan wahana pemaknaan dan apresiasi terhadap momentum yang dijadikan tonggak hari jadi provinsi Jawa Barat.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Erlina menyampaikan hasil sidang PPKI pada tanggal 19 Agustus 1945 adalah yang dijadikan momentum oleh pemprov dalam menetapkan hari jadi Provinsi Jawa Barat. Namun demikian, perlu kita akui bahwa masih sangat minim buku yang mengangkat tentang sejarah provinsi Jawa Barat, meskipun buku sejarah kota-kota di Jawa Barat sudah ada.

Untuk itu, alangkah baiknya jika ada upaya untuk melakukan penulisan sejarah provinsi, sehingga pada akhirnya dapat menjadi rujukan bagi masyarakat luas dalam memahami hari jadi provinsi serta dinamika perjalanan sejarah jawa barat sebagai wilayah administratif dari Republik Indonesia.

Pada sesi kedua Mamat sasmita memaparkan bahwa adalah hal penting bagi kita untuk membangun upaya mitigasi nilai budaya daerah. mitigasi dari prespektif nilai nilai budaya sebagai mana yang sudah dicontohkan para leluhur kita sebelumnya dimana hidup selaras dengan alam dan membaca tanda tanda yang Juga diberikan oleh Alam yang tentu saja sangat bermanfaat bagi manusia yang hidup sebagai pengelola Alam. Baik dari segi pemanfaatan maupun pelestarian bagi kelangsungan generasi selanjutnya.

Dalam kesempatan ini mamat casmita menjabarkan bagaimana kita perlunya mengenal sebuah daerah untuk dijadikan sebuah tempat tinggal (padumukan) termasuk kontur tanah ,air, tumbuhan ,arah Mata ingin DLL. Hal tersebut erat kaitannya dengan sistem penataan sebuah daerah dan bagaimana mengelola pembangunan sekaligus prnanganan bencana.

Adew Habtsa memaparkan bagaimana membuka pikiran masyarakat tentang pentingnya menjaga nilai tradisi yang Ada di sekitar kita.lingkungan terdekat dengan. Kita sebagai mana dicontohkan oleh beliau mencoba mengajak masyarakat sekitar Rumah nya untuk menggali dan mengenali sejarah asal muasal nama kampung mereka, apa yang menjadi tradisi kebiasaan dimasyarakat yang bernilai positif , sehingga terbagun sebuah kesadaran dimana hal twrsebut menjadi suatu yg merawat nilai nilai tradisi sebuah kampung yg Juga otomatis menjaga suatu nilai bagi daerah dimana mereka tinggal. Secara lebih luas menjaga jati diri kampungnya sama bernilainya dengan menjaga ketahanan sebuah negara..

Melalui beberapa materi yang disampaikan, kita semua berharap serta mengajak masyarakat untuk melek sejarah serta sadar akan nilai-nilai luhur budaya yang dimilikinya, karena pemahaman terhadap sejarah dan nilai-nilai luhur budaya diharapkan akan memberikan warna yang seimbang dalam membangun cara pandang dalam kehidupan kolektif.‎ [jek]

 

Sumber : inilahkoran.com


Kantor PUSDALISBANG BAPPEDA PROVINSI JAWA BARAT
Jl. Sangkuriang No.2 Bandung,
Jawa Barat - Indonesia
pusdalisbang@jabarprov.go.id
Telp. 022-2505993 Fax. 022-2534861

Kantor BAPPEDA Jawa Barat
Jl. Ir. H. Juanda No. 287 Bandung, Jawa Barat - Indonesia
Telp. 022.2516061, Fax.022.2510731 Kode Pos. 40135
Top